Rabu, Oktober 13, 2010

Wooooo

  Kisah ini berawal ketika aku bejalan-jalan ke kota madiun. pada waktu itu aku hendak sholat magrib di Masjid Agung Kota Madiun. karena kedatanganku ke Masjid tersebut agak terlambat dan imam sudah mengucapkan salam, maka aku berusaha mencari makmum yang paling belakang untuk kujadikan imam. 

  Aku menoleh ke kanan dan kekiri , mencari siapakah yang pantas untuk dijadikan imam dalam sholatku. Akhirnya aku memilih seorang yang sudah berumur dan kelihatan pantas untuk menjadi imam, maka aku menepuk bahu kanannya sebagai tanda aku ikut sholat menjadi makmum.

Tiba-tiba aku dikejutkan suara "ada apa mas!!!..." , eh ternyata orang yang kutepuk bahunya menoleh, akhirnya aku menjelaskan kalau aku menepuk bahunya itu tanda aku ikut dia sholat sebagai makmum. orang tersebut berkata "Wooooo" sambil tersipu malu...

Akhirnya malah aku yang disuruh menjadi imam"Wooooo"...hm

Sabtu, Agustus 28, 2010

Manusia Hanya Bisa Mencela

Suatu hari, Nasrudin pergi bersama anaknya keluar kota. Dalam Perjalannan itu, sang anak naik keledai sementara nasrudin berjalan kaki sambil memegang tali keledai yang ditunggangi anaknya. Tiba-tiba seseorang menegur "Sungguh zaman memang sudah edan, bagaimana mungkin seorang anak naik keledai dengan nyaman sementara ayahnya dibiarkan berjalan kaki. Sungguh anak biadap dan tak tahu diri." Mendengar itu sang anak berkata pada Nasrudin,"Ayah, bukankah sudah kukatakan kepadamu, naikilah keledai ini, biar aku yang berjalan kaki." Nasrudinpun menuruti kata anaknya. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan sekelompok orang yang lagi-lagi mencela nasrudin dan anaknya. "Pantaskah orang tua ini membiarkan anaknya berjalan kaki, sementara dia seenaknya duduk diatas keledainya. Sungguh orang tua yang tidak punya kasihan kepada anaknya." Mendengar omongan itu, Nasrudin akhirnya mengajak anaknya naik keledai berdua untuk menyelesaikannya. mereka bertemu lagi dengan kerumunan orang yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan. Salah salah satu dari mereka berkata, "Hai teman-teman, coba kalian lihat, betapa kejamnya mereka, menunggangi keledai yang lemah itu berdua." Karena tidak tahan mendengar ucapan mereka. Nasrudin dan anaknya turun dari keledai. keledai itu dituntun sementara mereka berdua berjalan kaki. Tak lama kemudian, mereka berpapasan dengan sesama orang yang sedang bepergian. Mereka berkata, "Kalian berdua ini sudah gila, membiarkan keledai begitu saja tanpa dinaiki, sementara kalian berjalan kaki. padahal udara siang ini sangat pana!." Dengan kesal Nasrudin berkata kepada anaknya, " Anakku, manusia memang biasanya hanya mencela. Tidak ada yang selamat dari celaan orang lain!."

Sabtu, Juni 26, 2010

Bom

Suatu sore tiba tiba dikejutkan dengan suara teriakan " awasss....!, buntelen karung...!, buntelen gombal.....!, gowo mlayu nyang buri....! kek pawooooon...! kek kandang pitiiiik!, pijeteeeeen tombole...! diiiiiiik reneo....!.

setelah ditelusuri, ternyata suami dan istri yang berteriak tersebut kaget mendengar suara tiiit....tiiit....tiiit dari sebuah benda dikamar putranya.Eeeh ternyata UPS sang anak memberi peringatan untuk mematikan komputernya dikarenakan listriknya mati.

wah, hebatnya si UPS itu telah di buntel karung , dibuntel gombal, dan dibawa lari ke belakang rumah yang tepat di kandang ayam.

Kamis, September 10, 2009

Hukum Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang sakit hukumnya sunah, guna menghibur kesedihannya, karena kegembiraan orang sakit itu dapat juga menjadi obat.

Sabda Rasulullah:

Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. Berkata, “Hak orang Islam atas orang Islam lainnya ada lima, yaitu (1) menjawab salam, (2) Menjenguk orang sakit, (3) Mengantarkan jenazah, (4) Memenuhi undangan, (5) Mendoakan orang yang bersin.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hal-hal yang harus dilakukan terhadap orang sakit parah

1.Orang yang sakitnya parah sehingga hampir menghembuskan nafas penghabisan hendaklah dihadapkan ke kiblat.

Sabda Rasulullah:

Dari Abu Qatadah. Bahwasanya Nabi saw. Ketika sampai di Madinah, belia menanyakan seorang yang bernama Al-Barra’ bin Ma’rur. Jawab yang hadir, “Ia sudah meninggak dan mewasiatkan sepertiga hartanya kepada engkau dan mewasiatkan pula supaya dihadapkan ke kiblat apabila ia sakit parah.” Kata Rasulullah saw. “Betul pendapatnya.” (Riwayat Hakim dan Baihaqi)

2. Orang sakit parah hendaklah diajarkan membaca kalimat tauhid (laa ilaaha illallah)

Sabda Rasulullah:

Dari Abu hurairah, Rasulullah bersbda, “ Ajarkanlah olehmu orang-orang yang sakit parah membaca kalimat La ilaha illallah.” (Riwayat Muslim dan Arba’ah)

3. Orang sakit parah sebaiknya dibacakan surat yaasiin

Sabda Rasulullah saw.:

Dari ma’qal bin Yasar. Nabi saw. Berkata, “Bacakanlah olehmu surat Ya sin kepada orang yang sakit parah.” (Riwayat Abu Daud dan Nasai)

Rabu, September 09, 2009

Junub Sampai Pagi Hari Puasa

Ada orang Islam yang menyangka bahwa junub sampai pagi dalam bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa. Persangkaan yang demikian tidak beralasan. Sebenarnya hal itu tidak mengurangi puasa, baik junub karena bersetubuh ataupun sebab lain; sebaiknya dia segera mandi sebelum fajar karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang membatalkan, misalnya kemasukan air ketika mandi.

Diriwayatkan:
Dari Aisyah"Sesungguhnya Nabi Saw. pernah sampai waktu subuh dalam keadaan junub karena bersetubuh, bukan karena mimpi, kemudian beliau terus puasa Ramadhan." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jumat, September 04, 2009

Tujuh Pekerjaan Mulia

Ketika berjalan-jalan, suatu hari Rasulullah bertemu dengan Sa'ad bin Ma'az al Anshari. Ketika sedang berjabat tangan, Rasulullah merasakan sesuatu yang kasar di tangannya.

"Kenapa tanganmu? coba kulihat!" tanya Rasulullah.
"Ini bekas mis-ha yang kupukul-pukulkan ke tanah utuk mencari nafkah bagi keluargaku", jawab Sa'ad.
Mis-ha adalah sejenis alat pertaian yang menyerupai cangkul.

Mendengar jawaban itu, Rasulullah lau mencium tangan Sa'ad dan berkata; "inilah tangan yang tidak akan disentuh oleh api neraka".

Sabda Rasulullah itu menunjukkan betapa mulianya pekrjaan sebagai petani. dalam hadis lain dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Bazar dan Abu Nu'aim, Rasulullah bersabda:

"Ada tujuh macam pekerjaan seseorang yang pahalanya masih tetap mengalir meski dia sudah masuk kubur, yaitu; 1. Mengajarkan ilmu pengetahuan, 2. Mengalirkan air sungai, 3.Menggali sumur untuk air minum, 4. Menanam pohon untuk penghijauan, 5. Mendirikan masjid atau tempat ibadah, 6. Mewariskan Al Qur'an, 7. Mendidik anak yang berbakti dan memohonkan ampun baginya sesudah dia meninggal dunia.

Kamis, Juni 11, 2009

Kisah Pak Modin

Suatu hari tetanggaku meninggal dunia, semua orang sibuk membantu dan melayat. Memang merawat jenazah itu hukumnya fardlu kifayah, yaitu bila tidak ada yang merawatnya sama sekali maka akan mendapatkan azabya. Tidak tanggung-tanggung seluruh kaum (daerah itu).
Aku bertugas mengkafani jenazah dengan pak modin. Dengan seksama aku menyiapkan peralatannya, mulai dari kain, bubuk cendana dan sebagainya. Mulailah tim mengkafani jenazah beraksi membungkus sang jenazah. Tak lama kemudian selesailah tugas mengkafani jenazah. alhamdulillah.
Tiba-tiba pak modin berbisik kepada jenazah... karena penasaran aku bertanya, do'a apa yang dibisikkan pak modin pada jenazah?!...
pak apa do'anya yang njenengan bisikkan.... aku kog belum pernah dapat dan belum tahu...?!!..
Jawab pak modin: "aku tidak berdo'a, hanya titip pesan kepada jenazah untuk menanyakan dimana menaruh sertifikat tanah kepada bapakku yang telah meninggal?!" heeee....hmmm..