Sabtu, Agustus 28, 2010
Manusia Hanya Bisa Mencela
Suatu hari, Nasrudin pergi bersama anaknya keluar kota. Dalam Perjalannan itu, sang anak naik keledai sementara nasrudin berjalan kaki sambil memegang tali keledai yang ditunggangi anaknya. Tiba-tiba seseorang menegur "Sungguh zaman memang sudah edan, bagaimana mungkin seorang anak naik keledai dengan nyaman sementara ayahnya dibiarkan berjalan kaki. Sungguh anak biadap dan tak tahu diri." Mendengar itu sang anak berkata pada Nasrudin,"Ayah, bukankah sudah kukatakan kepadamu, naikilah keledai ini, biar aku yang berjalan kaki." Nasrudinpun menuruti kata anaknya. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan sekelompok orang yang lagi-lagi mencela nasrudin dan anaknya. "Pantaskah orang tua ini membiarkan anaknya berjalan kaki, sementara dia seenaknya duduk diatas keledainya. Sungguh orang tua yang tidak punya kasihan kepada anaknya." Mendengar omongan itu, Nasrudin akhirnya mengajak anaknya naik keledai berdua untuk menyelesaikannya. mereka bertemu lagi dengan kerumunan orang yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan. Salah salah satu dari mereka berkata, "Hai teman-teman, coba kalian lihat, betapa kejamnya mereka, menunggangi keledai yang lemah itu berdua." Karena tidak tahan mendengar ucapan mereka. Nasrudin dan anaknya turun dari keledai. keledai itu dituntun sementara mereka berdua berjalan kaki. Tak lama kemudian, mereka berpapasan dengan sesama orang yang sedang bepergian. Mereka berkata, "Kalian berdua ini sudah gila, membiarkan keledai begitu saja tanpa dinaiki, sementara kalian berjalan kaki. padahal udara siang ini sangat pana!." Dengan kesal Nasrudin berkata kepada anaknya, " Anakku, manusia memang biasanya hanya mencela. Tidak ada yang selamat dari celaan orang lain!."
| Reaksi: |
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
hahahaha...namanya juga masih manusia, mencela.. mengeluh...dll
BalasHapusyes, ngomong tok
BalasHapus