Kamis, September 10, 2009

Hukum Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang sakit hukumnya sunah, guna menghibur kesedihannya, karena kegembiraan orang sakit itu dapat juga menjadi obat.

Sabda Rasulullah:

Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. Berkata, “Hak orang Islam atas orang Islam lainnya ada lima, yaitu (1) menjawab salam, (2) Menjenguk orang sakit, (3) Mengantarkan jenazah, (4) Memenuhi undangan, (5) Mendoakan orang yang bersin.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hal-hal yang harus dilakukan terhadap orang sakit parah

1.Orang yang sakitnya parah sehingga hampir menghembuskan nafas penghabisan hendaklah dihadapkan ke kiblat.

Sabda Rasulullah:

Dari Abu Qatadah. Bahwasanya Nabi saw. Ketika sampai di Madinah, belia menanyakan seorang yang bernama Al-Barra’ bin Ma’rur. Jawab yang hadir, “Ia sudah meninggak dan mewasiatkan sepertiga hartanya kepada engkau dan mewasiatkan pula supaya dihadapkan ke kiblat apabila ia sakit parah.” Kata Rasulullah saw. “Betul pendapatnya.” (Riwayat Hakim dan Baihaqi)

2. Orang sakit parah hendaklah diajarkan membaca kalimat tauhid (laa ilaaha illallah)

Sabda Rasulullah:

Dari Abu hurairah, Rasulullah bersbda, “ Ajarkanlah olehmu orang-orang yang sakit parah membaca kalimat La ilaha illallah.” (Riwayat Muslim dan Arba’ah)

3. Orang sakit parah sebaiknya dibacakan surat yaasiin

Sabda Rasulullah saw.:

Dari ma’qal bin Yasar. Nabi saw. Berkata, “Bacakanlah olehmu surat Ya sin kepada orang yang sakit parah.” (Riwayat Abu Daud dan Nasai)

Rabu, September 09, 2009

Junub Sampai Pagi Hari Puasa

Ada orang Islam yang menyangka bahwa junub sampai pagi dalam bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa. Persangkaan yang demikian tidak beralasan. Sebenarnya hal itu tidak mengurangi puasa, baik junub karena bersetubuh ataupun sebab lain; sebaiknya dia segera mandi sebelum fajar karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang membatalkan, misalnya kemasukan air ketika mandi.

Diriwayatkan:
Dari Aisyah"Sesungguhnya Nabi Saw. pernah sampai waktu subuh dalam keadaan junub karena bersetubuh, bukan karena mimpi, kemudian beliau terus puasa Ramadhan." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jumat, September 04, 2009

Tujuh Pekerjaan Mulia

Ketika berjalan-jalan, suatu hari Rasulullah bertemu dengan Sa'ad bin Ma'az al Anshari. Ketika sedang berjabat tangan, Rasulullah merasakan sesuatu yang kasar di tangannya.

"Kenapa tanganmu? coba kulihat!" tanya Rasulullah.
"Ini bekas mis-ha yang kupukul-pukulkan ke tanah utuk mencari nafkah bagi keluargaku", jawab Sa'ad.
Mis-ha adalah sejenis alat pertaian yang menyerupai cangkul.

Mendengar jawaban itu, Rasulullah lau mencium tangan Sa'ad dan berkata; "inilah tangan yang tidak akan disentuh oleh api neraka".

Sabda Rasulullah itu menunjukkan betapa mulianya pekrjaan sebagai petani. dalam hadis lain dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Bazar dan Abu Nu'aim, Rasulullah bersabda:

"Ada tujuh macam pekerjaan seseorang yang pahalanya masih tetap mengalir meski dia sudah masuk kubur, yaitu; 1. Mengajarkan ilmu pengetahuan, 2. Mengalirkan air sungai, 3.Menggali sumur untuk air minum, 4. Menanam pohon untuk penghijauan, 5. Mendirikan masjid atau tempat ibadah, 6. Mewariskan Al Qur'an, 7. Mendidik anak yang berbakti dan memohonkan ampun baginya sesudah dia meninggal dunia.