Senin, Maret 23, 2009

Jatuh Ketiban Tangga

Kisah humor ini terjadi sekitar tahun 1990 an, tepatnya hari minggu pagi aku di mintai tolong oleh ibuku untuk memetik buah kelapa di belakang rumahku yang nantinya untuk membuat santan. Dan santan tersebut adalah salah satu bumbu pada menu faforit masakan keluargaku hari itu.

Karena ingin berbakti kepada ibuku, lantas aku mengambil tanngga yang nati aku gunakan untuk memanjat pohon kelapa. Sampai tempat tujuan yaitu pohon kelapa, aku meletakkan tangga tersebut tepat di pohon kelapa tersebut. tanpa basa basi aku langsung memanjat dengan sigap, namun tiba "buuukk"! aku terjatuh dengan posisi tertindih tangga. wah ternyata tangganya terpasang kurang landai dan terlalu tegak sehingga setelah kunaiki tangganya otomatis terbalik.

Tanpa patah semangat kupasang lagi tangganya, namun kini kupasang agak landai dengan harapan biar tidak terbalik. Setelah merasa yakin tidak akan terbalik aku memanjat tangga lagi, dan “kini tidak terbalik lagi pikirku”. Sampai di ujung tangga tiba-tiba “Brakkk…Bukkkk…”. Dan ternyata aku sadar sudah ada di tanah kembali! Kali ni bukannya terbalik tangganya, namun tangganya rusak dan patah. Jadi aku terjatuh lagi! wah sudah jatuh ketiban tangga!

Alhamdulillah aku masih selamat dan tidak luka sedikitpun dengan izin Allah!,

Karena belum berhasil memetik buah kelapa, maka aku dengan penuh semangat mencoba lagi. Kali ini aku percaya pada diriku sendiri, dengan memakai tangan sendiri dan kaki sendiri dan tanpa alat Bantu yang lain. Dengan “bismillahirrahmanirrahim” kupanjat pohon kelapa, al hasil sampailah aku di puncak pohon kelapa, lalu kupetik 1 buah kelapanya dengan memuntirnya. Alhamdulillah berhasil “ debukkk!”. Buah kelapanya jatuh satu!. Kucoba buah kelapa yang kedua, kali ini agak sulit! Dikarenakan aku sudah kecapean, kan barusan jatuh?!. Karena sulit dipetik buah yang kedua, maka spontan tanganku yang kiri melihat saudaranya yang kanan kesulitan memetik buah kelapa ikut membantu! tolong menolong dong! Maka berhasillah kupetik buah kelapa yang kedua “bukkkk!”. Suaranya keras sekali karena yang jatuh buah kelapa dan begitu juga aku!.

Alhamdulillah aku masih selamat karena izin Allah yang menguasai alam semesta!

Setelah selesai, kuberikan buah kelapa yang barusan kupetik kepada ibuku didapur. Ibuku bertanya “ tadi perasaan suara jatuhnya 4 kali, mana buah kelapa lainnya?! Ini kan baru dua?. Aku menjawab: “ pecah buk!, tak enak dimakan” sambil tersenyum aku berlalu… kan buah yang lainnya adalah pantatku?! He..he..he

3 komentar:

  1. waduh, kisah hidup pak andik ini kok tragis semuanya ya pak...
    saya jadi gimana gitu, terharu-terharu gag jelas gitu deh... hehehe, tapi seperti biasa, Inspiratif.

    nb: pak, gambar untuk artikel aborsi itu lo... agak gimana....hiiiiiiiiii

    BalasHapus
  2. Terima kasih mas reza... ini emang kisah nyata. kelihatan tragis ya! itu pengalaman dan pengalaman adalah guru yang paling berharga!.
    oo gambarnya emang nyata begitu, emang tidak disensor, maksudnya mbok jangan aborsi gitu! kalau mas reza ada rasa nir-nir, berarti takut untuk aborsi..hee..hee.

    BalasHapus
  3. terima kasih untuk semua yang menungjungi dan memberi komentar blog ane,yang membuat rating di google nya jadi teratas, dala katagori kisah, hukum, dan humor. trims semuanya. mari bergabung untuk ngeblog dan mengungkapkan uneg-unegny! ok!

    BalasHapus